ibu
terlalu banyak jasamu
tak mungkin aku membalas semua itu
kau selalu bekerja keras untukku
ibu
kau ajarkan aku untuk menjadi orang yg sukses
aku akan berusaha untuk menjadi yang kau ingini
sebab hanya ibu lah orang yang tulus mengasihiku
terima kasih ibu
jasamu tak pernah akan terlupakan
Selasa, 18 Juni 2013
Senin, 17 Juni 2013
Puisi untuk Sahabat
Betapa menyenangkan ikatan persahabatan kita
seperti indahnya warna pada pelangi
kita berasal dari bermacam-macam suku dan ras
tapi kita tetap bisa menjadi sahabat
melihat senyum dan tawa mereka
saat kali kita semua bertemu
dan kita saling berkenalan
mencoba untuk mengenal satu sama lain
dan pada akhirnya kita menjalin sebuah ikatan
yang ku sebut itu sebagai persahabatan
teman yang bisa menemani ku saat susah maumpun senang
teman yang bisa menjadi tempat berbagi
tak pernah aku menyimpan dengki dalam hatiku
aku tau,walau engkau terkadang membuatku kesal
aku paham ,kita memiliki kekurangan masing-masing
sahabat,semoga kita bisa saling melengkapi .
seperti indahnya warna pada pelangi
kita berasal dari bermacam-macam suku dan ras
tapi kita tetap bisa menjadi sahabat
melihat senyum dan tawa mereka
saat kali kita semua bertemu
dan kita saling berkenalan
mencoba untuk mengenal satu sama lain
dan pada akhirnya kita menjalin sebuah ikatan
yang ku sebut itu sebagai persahabatan
teman yang bisa menemani ku saat susah maumpun senang
teman yang bisa menjadi tempat berbagi
tak pernah aku menyimpan dengki dalam hatiku
aku tau,walau engkau terkadang membuatku kesal
aku paham ,kita memiliki kekurangan masing-masing
sahabat,semoga kita bisa saling melengkapi .
Kepemimpinan Wanita Dalam Perspektif Agama Islam
PENDAHULUAN
Pada zaman
kemajuan sekarang ini, para wanita ikut serta mengambil bagian dalam membangun
rmah tangga masyarakat dan negara. Di Indonesia (terutama), ada wanita yang
menjadi menteri, pemimpin perusahaan, angkatan bersenjata, anggota Dewan
Pertimbangan Agung, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat, bahkan ada juga
yang menjadi presiden.
Namun
keterlibatan wanita di dalam rumah tangga masyarakat dan negara, janganlah
sampai melupakan tugasnya sebagai seorang istri karena sebagai seorang istri
yang baik, wanita wajib taat kepada perintah suaminya. Selanjutya untuk lebih
jelasnya mengenai masalah kepemimpinan wanita akan dibahas dalam makalah ini.
KEPEMIMPINAN WANITA
KEPEMIMPINAN WANITA
Sebelum
menyoroti kepemimpinan wanita, ada baiknya diketahui lebih dahulu serba sedikit mengenai perbedaan antara wanita dan pria.
Dalam ilmu Biologi dijelaskan, bahwa
wanita berbeda dengan pria dalam bentuk, sifat dan susunan
tubuh. Bentuk wanita dan seluruh tubuhnya sejak dalam rahim telah
tersusun sedemikian rupa, yang dipersiapkan untuk melahirkan dan memelihara
bayi yang lahir itu.
Setelah anak lahir, pertumbuhan anak
wanita dan pria juga berbeda, baik pertumbuhan rohani dan jasmaninya.
Pada segi lain yang khusus bagi
wanita adalah datang bulan (haid). Berdasarkan para pakar ilmu Biologi dan
Anatomi menunjukkan, bahwa wanita di waktu datang bulan
mengalami perubahan-perubahan.
1.
Panasnya
menurun
2.
Kelambatan
pada denyut nadi, berkurang tekanan darah dan jumlah sel-selnya sedikit.
3.
Kelenjar
gondok dan kelenjar limpa serta kedua amandel mengalami perubahan
4.
Pengeluaran
gram fasfot dan chlorid dari tubuh menjadi berkurang
5.
Pencernaan
terganggu
6.
Kekuatan
pernafasan melemah dan alat-alat pengucapan mengalami perubahan-perubahan
khusus
7.
Perasaan menjadi tumpul dan timbul perasan malas
8.Kecerdasan
dan daya konsentrasi berkurang.
Pada tahun 1909 Dr. Frasta Shafki
mengadkan penelitian dengan cermat dan berkesimpulan, bahwa kekuatan berpikir
dan daya konsentrasi wanita berkurang pada saat datang bulan.
Kemudian setelah Prof. Kersby
Shikavski mengadakan percobaan psikologisnya, beliau menyimpulkan, bahwa wanita
mengalami kepedihan pada kumpulan syarafnya pada saat datang bulan dan
perasaannya pun menjadi tumpul. Perasaannya tertekan ketika melakukan pekerjaan
yang biasa dilakukan sebelumnya. Dicontohkan, bila dia seorang sekretaris, dia
akan keliru ketika mengetik dan lamban dalam mengerjakannya. Ia sering salah dalam menyusun kalimat.
Bila ia
seorang pengacara, pemaparan argumentasinya sering kurang rasional. Bila ia
menjadi seorang hakim, ia akan terpengaruh pula dalam mengambil suatu
keputusan.
Jadi, pada
saat datang bulan organ syaraf dan pikiran wanita mengendor dan tidak teratur. Lebih lanjut
oleh DR. Kraft dikemukakan, bahwa tabiat-tabiat wanita mendadak berubah pada
saat datang bulan. Lebih tampak
lagi perubahan pada wanita pada masa kehamilan. Pada saat kehamilan itu
kumpulan syaraf terganggu selama beberapa bulan dan keseimbangan pikiran juga
goyah. Oleh Dr.
Fisher dijelaskan, bahwa sekaipun wanita itu sehat, ia tetap mengalami tekanan
dalam berbagai hal di masa kehamilan. Kondisinya sering terganggu. Ia sering
bingung dan kemampuan berpikirnya pun berkurang. Sesudah
melahirkan, timbul lagi masalah baru, yaitu sistem kerja tubuhnya terganggu dan
perlu waktu untuk menormalkan kondisinya itu, disamping sibuk merawat anak dan
menyusui. Dengan
demikian, apabila wanita mendapat atau mengemban tugas pada saat dia datang
bulan, hamil, dan menyusukan, tentu tugas yang diembannya itu tidak dapat
berjalan sebagaimana yang dikehendaki.
Masalah
datang bulan, kehamilan dan menyusukan bayi, para wanita tidak mungkin
menghindar, karena menurut kodratnya Allah menciptakan demikian, namun di pihak
lain ada tuntutan masyarakat bahwa tugas-tugas yang pantas diemban oleh wanita,
yaitu tugas yang memerlukan kelemahlembutan, kehalusan perasaan, kecermatan dan
ketelitian. Umpamanya menjadi dokter, guru, tugas-tugas sosial dan tugas-tugas
yang memerlukan kecermatan dan ketelitian.
Apa yang
digambarkan ini, adalah bersifat umum, sebab dalam beberapa hal, ada saja
pengecualian yang terjad, seperti wanita yang bersifat seperti pria dan
sebaliknya pria bersifat seperti wanita.
Menurut
hemat penulis, kepemimpinan wanita dalam hal tertentu, dapat dibenarkan asalkan
saja tidak melupakan tugas dan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga, karena
tugas tersebut tidak dapat digantikan oleh pria (suami) dan pembantu.
Akan tetapi
secara umum, untuk memilih wanita menjadi pimpinan, ada yang perlu
dipertimbangkan, disamping masalah layak atau tidaknya, tepat atau tidaknya,
adalah, adalah petunjuk/syarat Allah dalam al-Qur’an.
Jumat, 24 Mei 2013
Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya
1.1 Latar Belakang
Masalah
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna, karena memiliki akal dan
budi. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri dan
saling bergantung satu sama lain. Manusia dan kebudayaan memiliki ikatan yang
tidak dapat di pisahkan di dalam kehidupan. Manusia menciptakan kebudayaannya
sendiri dan melestarikannya secara turun temurun. Kebudayaan tercipta
berdasarkan kejadian dan kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-harinya yang
di alami.
Pendahuluan
Kehidupan manusia sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada
manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan
manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam,
dan manusia dengan Sang Pencipta. Setiap hubungan tersebut harus berjalan
seimbang. Selain itu manusia juga diciptakan dengan sesempurna penciptaan,
dengan sebaik-baik bentuk yang dimiliki.
Manusia juga harus
bersosialisasi dengan lingkungan, yang merupakan pendidikan awal dalam suatu
interaksi sosial. Hal ini menjadikan manusia harus mempunyai ilmu pengetahuan
yang berlandaskan ketuhanan. Karena dengan ilmu tersebut manusia dapat
membedakan antara yang hak dengan yang bukan hak, antara kewajiban dan yang bukan
kewajiban. Sehingga norma-norma dalam lingkungan berjalan dengan harmonis dan
seimbang. Agar norma-norma tersebut berjalan haruslah manusia di didik dengan
berkesinambungan.
Pembahasan
Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi
atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah
manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau
realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Dalam hubungannya dengan
lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism).
Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara
ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik
lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial),
maupun kesejarahan. Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan
kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu
berkurang dan kehilangan itu tergantikan.
Kebutuhan manusia
Perbedaan Manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia mempunyai akal budi
yang merupakan kemampuan berpikir manusia sebagai kodrat alami.Manusia dengan
akal budinya mampu memperbaruhi dan mengembangkan sesuatu untuk kepentingan
hidup dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
1 Kebutuhan Dicintai dan
Disayangi
Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan
untuk dimiliki dan dicintai. [Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat
dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dan dicintai.
Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orang pun ingin
mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya "akar" dalam masyarakat.
Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuahkeluarga, sebuah kampung, suatu
marga, dll.
2. Kebutuhan Harga Diri
Di sisi lain, jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi, maka timbul
kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga
diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan,
kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan
akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan,
dianggap penting dan apresiasi dari orang lain.
3.Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak
tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan
tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan,
putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri
sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.
Manusia Sebagai Satu
Kepribadian Mengandung Tiga Unsur
·
ID, kepribadian yang primitive dan tidak nampak yang merupakan libido murni
·
EGO, kepribadian eksekutif yang peranannya dalam menghubungkan energi ID dalam
saluran social yang dapat dimengerti orang lain.
·
SUPER EGO, muncul sekitar umur 5 tahun; ID dan EGO berkembang secara internal
dalam diri individu; super ego terbentuk dari lingkungan eksternal yang
merupakan kesatuan standar-standar moral
Hakikat Manusia
·
Makhluk ciptaan TUHAN yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu-kesatuan
utuh
·
Makhluk ciptaan TUHAN yang sempurna, disbanding makhluk yang lain, missal:
Perasaan
Intelektual
Perasaan Diri
Perasaan
Estetis
Perasaan Sosial
Perasaan
Etis
Perasaan Religius
·
Makhluk biokultural, ya’ni
makhluk hayati yang budayawi
·
Makhluk ciptaan TUHAN yang mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan
bekerja dan berkarya.
Pengertian Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,
bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga
budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak
orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang
berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola
hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek
budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini
tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang
mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat
dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang
dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya
sendiri.
Selain itu terdapat tiga
wujud kebudayaan yaitu :
1. wujud pikiran, gagasan,
ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan
ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di
tempat kebudayaan itu hidup;
2. aktifitas kelakuan berpola
manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas
manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang
lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat
kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret;
3. Wujud fisik, merupakan
seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam
masyarakat.
Budaya yang Bersifat konkret
Wujud budaya yang bersifat
konkret berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam
masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto.
Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang
terdiri atas:perilaku, bahasa dan materi.
a. Perilaku
Perilaku adalah cara
bertindak atau bertingkah laku dalam situasi tertentu. Setiap perilaku manusia
dalam masyarakat harus mengikuti pola-pola perilaku (pattern of behavior)
masyarakatnya.
b. Bahasa
Bahasa adalah sebuah sistem
simbol-simbol yang dibunyikan dengan suara (vokal) dan ditangkap dengan telinga
(auditory). Ralp Linton mengatakan salah satu sebab paling penting dalam
memperlambangkan budaya sampai mencapai ke tingkat seperti sekarang ini adalah
pemakaian bahasa. Bahasa berfungsi sebagai alat berpikir dan berkomunikasi.
Tanpa kemampuan berpikir dan berkomunikasi budaya tidak akan ada.
c. Materi
Budaya materi adalah hasil
dari aktivitas atau perbuatan manusia. Bentuk materi misalnya pakaian,
perumahan, kesenian, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan alat
transportasi.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK
BUDAYA
Dari penjelasan di atas
jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding
dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola
bumi. . Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki
ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang
tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi,
sebagaimana dilukiskan dalam bagan berikut:
PENUTUP
Kesimpulan
Kebudayaan
adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmu-ilmu sosial. Secara umum,
kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara sosial diwariskan
dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari pembahasan diatas kami dapat
simpulkan bahwa manusia berhubungan erat dengan kebudayaan yang ada pada
lingkungan sekitarnya. Karena kebudayaan tersebut merupakan cara beradaptasi
untuk mengatur hubungan antar manusia sebagai wadah masyarakat menuju taraf
hidup tertentu. Kebudayaan berpengaruh dalam membentuk pribadi seseorang
sehingga mengharuskan manusia untuk mengikuti norma-norma yang ada pada budaya
tersebut. Dengan demikian, budaya patokan cara hidup manusia di tempat dia
berada. Selain itu dalam kebudayaan mengajarkan tentang keimanan.
Saran
Kita sebagai
mahluk berbudaya semestinya melestarikan budaya yang kita punya, jangan sampai
budaya yang kita punya tidak kita lestarikan dan sampai punah. Tugas kita
sebagai generasi penerus bangsa adalah untuk melestarikan dan mempertahankan
budaya asli bangsa kita di dalam globalisasi yang semakin meluas saat ini
Selasa, 27 November 2012
Faktor yg mempengaruhi kematangan emosi
Kematangan emosi
merupakan aspek yang sangat dekat dengan kepribadian. Bentuk
kepribadian inilah yang akan dibawa individu dalam kehidupan sehari-hari
bagi diri dan lingkungan mereka. Seseorang dapat dikatakan telah matang
emosinya apabila telah dapat berpikir secara objektif. Kematangan emosi
merupakan ekspresi emosi yang bersifat kontruktif dan interaktif.
Individu yang telah mencapai kematangan emosi ditandai oleh adanya
kemampuan didalam mengontrol emosi, mampu berpikir realistik, memahami
diri sendiri dan mampu menampakkan emosi disaat dan tempat yang tepat.
Adapun ciri-ciri orang yang memiliki kematangan emosi antara lain adalah
Sumber : http://www.duniapsikologi.com/kematangan-emosi-pengertian-dan-faktor-yang-mempengaruhi/
Opini : Menurut saya ,dengan mengetahui faktor" ini ,kita dapat mengetahui orang yang mempunyai kematangan emosi ,dan kematangan emosi tersebut dapat di katakan sebagai kedewasaan diri .yang dapat mengontrol emosi untuk keluar ,tidak mudah mendewasakan diri dengan cara ini ,tapi akan lebih baik jika anda memiliki sikap kematangan emosi seperti artikel yang saya kutip tersebut .
Adapun ciri-ciri orang yang memiliki kematangan emosi antara lain adalah
- kemampuan untuk merespon secara berbeda-beda dalam kaitannya dengan kebutuhan dan faktor-faktor diluar dirinya yang terlibat dalam situasi tertentu.
- kemampuan menyalurkan tekanan-tekanan impuls dan emosi-emosi dalam bentuk prilaku yang konstruktif serta dapat mengarahkannya kearah tujuan yang positif.
- kemampuan membangun pola hubungan interdepensi dan mampu memelihara peran-perannya secara fleksibel.
- kemampuan memperkaya ketrampilan dan memahami potensi-potensi dan keterbatasan-keterbatasannya sendiri, serta mencari penyelesaian atas problem-problemnya secara kreatif dan mendapat persetujuan dari orang lain.
- kemampuan untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain, juga mampu memandang dirinya dengan orang lain dengan rasa hormat.
- kemampuan mempertimbangkan dan memulai alternatif-alternatif, konsekuensi-konsekuensi dari pelakunya.
- Adanya penyesuaian diri yang baik, kemampuan untuk berfungsi sebagai manusia yang dapat bergantung pada diri sendiri, harus dikembangkan secara bertahap dan terus menerus seiring dengan bertambahnya umur serta kedewasaannya. Setiap pribadi dalam kehidupannya selalu mengalami perubahan secara terus menerus oleh karena itu diperlukan adanya kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada disekitarnya,
- Suasana lingkungan sosial, lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat sekitar yang berhubungan dengan proses-proses sosialisasi yang dapat membentuk seseorang menjadi pribadi yang matang.
Sumber : http://www.duniapsikologi.com/kematangan-emosi-pengertian-dan-faktor-yang-mempengaruhi/
Opini : Menurut saya ,dengan mengetahui faktor" ini ,kita dapat mengetahui orang yang mempunyai kematangan emosi ,dan kematangan emosi tersebut dapat di katakan sebagai kedewasaan diri .yang dapat mengontrol emosi untuk keluar ,tidak mudah mendewasakan diri dengan cara ini ,tapi akan lebih baik jika anda memiliki sikap kematangan emosi seperti artikel yang saya kutip tersebut .
Senin, 19 November 2012
Faktor Penyebab dan Solusi Prostitusi
Prostitution, biasa disebut dengan prostitusi atau pelacuran merupakan hal yang tak
terpisahkan dari kehidupan sebagian orang di dunia ini yang menggantungkan hidupnya alias
bekerja dalam seluk beluk yang berhubungan dengan dunia prostitusi tersebut. Dalam
kesempatan kali ini saya akan membahas sebuah artikel tentang prostitusi yang berjudul
“Prostitution: Cause and Solutions” oleh Donna M.Hughes, seorang professor di University of
Rhode Island, Galicia, Spanyol.
Beliau menyebutkan bahwa penyebab eksisnya dunia prostitusi (meliputi penjualan wanita
dan anak-anak) sampai sekarang ini adalah dinamika dari sistem “Pasokan dan Permintaan”.
Hal ini sangat mudah kita artikan jika kita pernah sedikit saja belajar tentang ilmu ekonomi,
baik itu di SMP ataupun di SMA, bahwa kalau ada permintaan atas suatu barang ataupun
jasa, maka akan terdapat pasokan dari orang yang bekerja sebagai pemasok. Dan jumlah
pasokan berbanding lurus dengan besarnya permintaan, sehingga keduanya bisa berjalan
seimbang.
Di negara-negara yang melegalkan prostitusi, semua hal yang berkaitan dengan prostitusi
merupakan hal yang bisa dikelola dan menghasilkan keuntungan. Sedangkan para Mucikari
atau pemasok terus berupaya mencari wanita-wanita yang mau dijadikan pelacur untuk
memenuhi permintaan pasar. Salah satu negara yang melegalkan prostitusi adalah Republik
Ceko. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri Ceko menyebutkan
bahwa sekarang di Ceko terdapat lebih dari 860 rumah bordil atau tempat pelacuran.
Republik Ceko merupakan salah satu Negara tujuan wisatawan seks di wilayah Benua Eropa.
Hal ini dikuatkan dengan data dari pemerintah Ceko yang menyebutkan kalau konsumennya
65% adalah para wisatawan asing yang dengan sengaja menyempatkan diri untuk membeli
seks komersial. Ada kurang lebih 200 websites yang menyediakan layanan prostitusi di Ceko.
Tujuannya adalah agar para wisatawan bisa memilih dan melihat para pelacur (victims),
sebelum mereka berangkat ke tempat pelacuran.
Solusi yang ditawarkan oleh Donna M.Hughes adalah dengan menghentikan permintaan.
Ada 4 faktor yang mempengaruhi dan membentuk permintaan terhadap prostitusi:
Konsumen (para lelaki yang membeli seks komersial).
The Exploiters, yang terdiri dari pemasok, mucikari, pemilik rumah bordil, dan para mafia
dalam industri seks.
Negara atau wilayah (dalam hal ini adalah terkait dengan negara yang melegalkan
prostitusi untuk mendapatkan pemasukan tambahan bagi negara).
Budaya (termasuk budaya media massa yang cenderung menampilkan bahwa prostitusi
merupakan pekerjaan yang penuh dengan kemewahan dan merupakan salah satu cara
singkat mendapatkan uang. Secara umun media ikut berperan serta dalam perkembangan
dalam dunia industri seks).
Penulis percaya bahwa dengan memerangi 4 faktor pembentuk permintaan di atas, akan
dapat menghilangkan atau setidaknya mengurangi eksploitasi seks yang turut menyebabkan
perdagangan wanita dan anak-anak. Kita semua harus bisa saling bahu-membahu dengan
pemerintah, lembaga sosial masyarakat, dan komunitas keagamaan, untuk fokus agar dapat
memberantas prostitusi.
Sumber : http://wahabkhoter.blogspot.com/2012/04/faktor-penyebab-dan-solusi-
prostitusi.html
Opini : Menurut saya pelacuran adalah salah satu tindakan yang tidak terpuji dan tidak ada
dampak positif untuk pengguna atau pihak yang menyediakan jasa tersebut .dan saya juga
berpendapat itu melanggar hak asasi manusia ,karena memperjual belikan seseorang kepada
orang lain .terhadap kasus seperti ini harus sering diadakan razia mendadak untuk dapat
mengurangi angka prostitusi di Indonesia .karena bisa mencoreng nama baik negara dan
dapat merusak pemuda pemudi yang baru di indonesia
terpisahkan dari kehidupan sebagian orang di dunia ini yang menggantungkan hidupnya alias
bekerja dalam seluk beluk yang berhubungan dengan dunia prostitusi tersebut. Dalam
kesempatan kali ini saya akan membahas sebuah artikel tentang prostitusi yang berjudul
“Prostitution: Cause and Solutions” oleh Donna M.Hughes, seorang professor di University of
Rhode Island, Galicia, Spanyol.
Beliau menyebutkan bahwa penyebab eksisnya dunia prostitusi (meliputi penjualan wanita
dan anak-anak) sampai sekarang ini adalah dinamika dari sistem “Pasokan dan Permintaan”.
Hal ini sangat mudah kita artikan jika kita pernah sedikit saja belajar tentang ilmu ekonomi,
baik itu di SMP ataupun di SMA, bahwa kalau ada permintaan atas suatu barang ataupun
jasa, maka akan terdapat pasokan dari orang yang bekerja sebagai pemasok. Dan jumlah
pasokan berbanding lurus dengan besarnya permintaan, sehingga keduanya bisa berjalan
seimbang.
Di negara-negara yang melegalkan prostitusi, semua hal yang berkaitan dengan prostitusi
merupakan hal yang bisa dikelola dan menghasilkan keuntungan. Sedangkan para Mucikari
atau pemasok terus berupaya mencari wanita-wanita yang mau dijadikan pelacur untuk
memenuhi permintaan pasar. Salah satu negara yang melegalkan prostitusi adalah Republik
Ceko. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri Ceko menyebutkan
bahwa sekarang di Ceko terdapat lebih dari 860 rumah bordil atau tempat pelacuran.
Republik Ceko merupakan salah satu Negara tujuan wisatawan seks di wilayah Benua Eropa.
Hal ini dikuatkan dengan data dari pemerintah Ceko yang menyebutkan kalau konsumennya
65% adalah para wisatawan asing yang dengan sengaja menyempatkan diri untuk membeli
seks komersial. Ada kurang lebih 200 websites yang menyediakan layanan prostitusi di Ceko.
Tujuannya adalah agar para wisatawan bisa memilih dan melihat para pelacur (victims),
sebelum mereka berangkat ke tempat pelacuran.
Solusi yang ditawarkan oleh Donna M.Hughes adalah dengan menghentikan permintaan.
Ada 4 faktor yang mempengaruhi dan membentuk permintaan terhadap prostitusi:
Konsumen (para lelaki yang membeli seks komersial).
The Exploiters, yang terdiri dari pemasok, mucikari, pemilik rumah bordil, dan para mafia
dalam industri seks.
Negara atau wilayah (dalam hal ini adalah terkait dengan negara yang melegalkan
prostitusi untuk mendapatkan pemasukan tambahan bagi negara).
Budaya (termasuk budaya media massa yang cenderung menampilkan bahwa prostitusi
merupakan pekerjaan yang penuh dengan kemewahan dan merupakan salah satu cara
singkat mendapatkan uang. Secara umun media ikut berperan serta dalam perkembangan
dalam dunia industri seks).
Penulis percaya bahwa dengan memerangi 4 faktor pembentuk permintaan di atas, akan
dapat menghilangkan atau setidaknya mengurangi eksploitasi seks yang turut menyebabkan
perdagangan wanita dan anak-anak. Kita semua harus bisa saling bahu-membahu dengan
pemerintah, lembaga sosial masyarakat, dan komunitas keagamaan, untuk fokus agar dapat
memberantas prostitusi.
Sumber : http://wahabkhoter.blogspot.com/2012/04/faktor-penyebab-dan-solusi-
prostitusi.html
Opini : Menurut saya pelacuran adalah salah satu tindakan yang tidak terpuji dan tidak ada
dampak positif untuk pengguna atau pihak yang menyediakan jasa tersebut .dan saya juga
berpendapat itu melanggar hak asasi manusia ,karena memperjual belikan seseorang kepada
orang lain .terhadap kasus seperti ini harus sering diadakan razia mendadak untuk dapat
mengurangi angka prostitusi di Indonesia .karena bisa mencoreng nama baik negara dan
dapat merusak pemuda pemudi yang baru di indonesia
Selasa, 06 November 2012
Faktor-faktor yang dapat Menimbulkan Motivasi Belajar
Dalam pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa motivasi belajar dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :
1. Adanya kebutuhan
2. Adanya pengetahuan tentang kemampuan dirinya
3. Adanya aspirasi atau cita-cita (Amir Dien, 1973 : 163-164)
Adapun penjelasan dari faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Adanya kebutuhan
Pada hakikatnya semua tindakan yang dilakukan manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik maupun psikis. Oleh karena itu kebutuhan dapat dijadikan sebagai salah satu factor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Misalnya siswa ingin mengetahui isi dari suatu buku. Keinginan untuk mengetahui isi buku tersebut dapat menjadi pendorong yang kuat untuk belajar mempelajarinya, sebab apabila ia telah mempelajari buku tersebut berarti ia telah memenuhi kebutuhannya untuk mengetahui isi buku tersebut.
2. Adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya
Mengetahui kemajuan yang telah diperoleh dirinya baik berupa prestasi, pengalaman dan sebagainya merupakan faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu dengan mengetahui prestasi dan pengalaman yang telah diperoleh, siswa akan dapat menentukan dirinya telah mencapai kemajuan atau bahkan kegagalan. Dengan demikian siswa akan terdorong untuk meningkatkan dan mempertahankan prestasi baiknya dan akan mengoreksi diri untuk memenuhi sebab-sebab kegagalannya. Oleh karena itu penting sekali adanya penilaian atau evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan siswa secara kontinyu.
3. Adanya aspirasi atau cita-cita
Aspirasi atau cita-cita dalam belajar yang menjadi tujuan hidup siswa akan menjadi pendorong bagi seluruh kegiatannya dan pendorong bagi belajarnya. Aspirasi atau cita-cita tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kemampuan siswa itu sendiri. Siswa yang memiliki tingkat kemampuan yang baik akan mempunyai cita-cita yang lebih realitis jika dibandingkan dengan siswa yang memiliki tingkat kemampuan yang rendah.
Dalam melaksanakan pendidikan sering dijumpai bahwa motivasi instrinsik yang demikian itu tidak selamanya dimiliki oleh peserta didik atau siswa. Karena itu, pendidik harus berusaha sebaik-baiknya untuk menimbulkan motivasi jenis lain pada diri siswa, yaitu apa yang disebut ekstrinsik (Tabarani Rusyan, 1989 : 104).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi eksteinsik adalah ganjaran, hukuman, persaingan. Kajian masing-masing faktor tersebut akan penulis jelaskan dibawah ini :
a. Ganjaran
Ganjaran merupakan alat yang dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik . Ganjaran ini dapat dijadikan pendorong bagi siswa untuk belajar lebih baik dan lebih giat lagi. Ganjaran yang diberikan oleh ganjaran kepada muridnya dapat dibedakan menjadi empat, yaitu :
a). Pujian
Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Oleh karena itu seorang guru harus mampu memberikan pujian secara tepat, dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar ( Tabrani Rusyan, 1989 : 104).
b). Penghormatan
Ganjaran yang berupa penghormatan ini ada dua macam yaitu :
1. Berbentuk semacam penobatan, yaitu anak yang mendapat penghormatan diumumkan dan ditampilkan dihadapan teman-temannya, baik itu temn-teman dikelas, teman-teman satu sekolah atau mungkin juga dihadapan para teman dan orang tua siswa, misalnya pada malam perpisahan yang diadakan pada akhir tahun, pada saat itu ditampilkan siswa-siswa yang telah berhasil menjadi bintang kelas.
2. Berbentuk pemberian kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Misalnya anak yang berhasil mengerjakan suatu soal yang sulit, disuruh mengerjakan dipapan tulis untuk dicontoh teman-temannya, anak yang rajin diserahi wewenang untuk mengurusi perpustakaan sekolah dan sebagainya (Amir Dien, 1973 :159-160).
c). Hadiah
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai pengharhaan atau kenangan cindera mata (Syaiful Bahri, 1994 : 42). Hadiah ini merupakan ganjaran yang berbentuk pemberian barang atau yang disebut juga dengan materiil. Dengan demikian hadiah tersebut siswa akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah diraih dan tidak menutup kemungkinan akan mendorong siswa lainnya berlomba-lomba dalam belajar.
d). Tanda Penghargaan
Tanda penghargaan ini disebut juga ganjaran simbolis. Ganjaran simbolis ini dapat berupa surat-surat tanda penghargaan, surat tanda jasa, sertifikat-sertifikat, piala-piala dan lain sebagainya. Ijazah dan Surat Tanda Tamat Belajar yang diberikan kepada siswa disamping berfungsi sebagai laporan pendidikan, sebenarnya tidak lain adalah merupakan tanda penghargaan atas berhasilnya anak menyelesaikan pelajarannya. Pada umunya ganjaran simbolis ini lebih besar pengaruhnya terhadap kejiwaan anak. Tanda penghargaan yang diperoleh anak merupakan sumber pendorong bagi perkembangan anak selanjutnya.
b. Hukuman
Hukuman adalah tindakan yang dijatuhkan kepada anal secara sadar dan sengaja sehingga menimbulkan nestapa. Dan dengan adanya nestapa itu anak akan menjadi sadar akan perbuatannya dan berjanji didalam hatinya untuk tidak mengulanginya (Amir Dien,1973 : 147). Sedangkan Kartini Kartono dalam bukunya Pengantar Ilmu Mendidik Teoritis berpendapat “hukum sebagai perbuatan yang intensional diberikan, sehingga menyebabkan penderitaan lahir batin, diarahkan untuk menggugah hati nurani dan penyadaran sipenderita akan kesalahannya” (Kartini Kartono, 1992 : 261). Dalam hal ini terdapat dua macam prinsip pengadaan hukuman, yaitu::
1. Hukuman diadakan karena adanya pelanggaran dan karena adanya kesalan yang dipebuat.
2. Hukuman diadakan dengan tujuan agar tidak terjadi pelanggaran (Amir Dien, 1973 : 147)
c. Persaingan atau kompetisi
Persaingan atau kompetisi merupakan salah satu faktor yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. Persaingan ini akan dapat terjadi dengan sendirinya dan juga dapat terjadi karena ditimbulkan dengan sengaja oleh guru.
Dalam proses belajar mengajar guru harus dapat menimbulkan kompetisi agar siswa menjadi semangat belajar. Agar kompetisi yang diadakan menjadi kompetisi yang sehat harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
a. Kompetisi jangan terlalu intensif
b. Kompetisi harus diadakan dalam suasana yang " fair", jujur, positif dan sportif
c. Semua siswa yang ikut seharusnya mendapat penghargaan, baik yang menang ataupun yang tidak
d. Macam kompetisi harus berjenis dan jangan satu macam saja
e. Adakalanya kompetisi baik diadakan dengan tidak begitu normal
1. Adanya kebutuhan
2. Adanya pengetahuan tentang kemampuan dirinya
3. Adanya aspirasi atau cita-cita (Amir Dien, 1973 : 163-164)
Adapun penjelasan dari faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Adanya kebutuhan
Pada hakikatnya semua tindakan yang dilakukan manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik maupun psikis. Oleh karena itu kebutuhan dapat dijadikan sebagai salah satu factor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Misalnya siswa ingin mengetahui isi dari suatu buku. Keinginan untuk mengetahui isi buku tersebut dapat menjadi pendorong yang kuat untuk belajar mempelajarinya, sebab apabila ia telah mempelajari buku tersebut berarti ia telah memenuhi kebutuhannya untuk mengetahui isi buku tersebut.
2. Adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya
Mengetahui kemajuan yang telah diperoleh dirinya baik berupa prestasi, pengalaman dan sebagainya merupakan faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu dengan mengetahui prestasi dan pengalaman yang telah diperoleh, siswa akan dapat menentukan dirinya telah mencapai kemajuan atau bahkan kegagalan. Dengan demikian siswa akan terdorong untuk meningkatkan dan mempertahankan prestasi baiknya dan akan mengoreksi diri untuk memenuhi sebab-sebab kegagalannya. Oleh karena itu penting sekali adanya penilaian atau evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan siswa secara kontinyu.
3. Adanya aspirasi atau cita-cita
Aspirasi atau cita-cita dalam belajar yang menjadi tujuan hidup siswa akan menjadi pendorong bagi seluruh kegiatannya dan pendorong bagi belajarnya. Aspirasi atau cita-cita tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kemampuan siswa itu sendiri. Siswa yang memiliki tingkat kemampuan yang baik akan mempunyai cita-cita yang lebih realitis jika dibandingkan dengan siswa yang memiliki tingkat kemampuan yang rendah.
Dalam melaksanakan pendidikan sering dijumpai bahwa motivasi instrinsik yang demikian itu tidak selamanya dimiliki oleh peserta didik atau siswa. Karena itu, pendidik harus berusaha sebaik-baiknya untuk menimbulkan motivasi jenis lain pada diri siswa, yaitu apa yang disebut ekstrinsik (Tabarani Rusyan, 1989 : 104).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi eksteinsik adalah ganjaran, hukuman, persaingan. Kajian masing-masing faktor tersebut akan penulis jelaskan dibawah ini :
a. Ganjaran
Ganjaran merupakan alat yang dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik . Ganjaran ini dapat dijadikan pendorong bagi siswa untuk belajar lebih baik dan lebih giat lagi. Ganjaran yang diberikan oleh ganjaran kepada muridnya dapat dibedakan menjadi empat, yaitu :
a). Pujian
Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Oleh karena itu seorang guru harus mampu memberikan pujian secara tepat, dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar ( Tabrani Rusyan, 1989 : 104).
b). Penghormatan
Ganjaran yang berupa penghormatan ini ada dua macam yaitu :
1. Berbentuk semacam penobatan, yaitu anak yang mendapat penghormatan diumumkan dan ditampilkan dihadapan teman-temannya, baik itu temn-teman dikelas, teman-teman satu sekolah atau mungkin juga dihadapan para teman dan orang tua siswa, misalnya pada malam perpisahan yang diadakan pada akhir tahun, pada saat itu ditampilkan siswa-siswa yang telah berhasil menjadi bintang kelas.
2. Berbentuk pemberian kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Misalnya anak yang berhasil mengerjakan suatu soal yang sulit, disuruh mengerjakan dipapan tulis untuk dicontoh teman-temannya, anak yang rajin diserahi wewenang untuk mengurusi perpustakaan sekolah dan sebagainya (Amir Dien, 1973 :159-160).
c). Hadiah
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai pengharhaan atau kenangan cindera mata (Syaiful Bahri, 1994 : 42). Hadiah ini merupakan ganjaran yang berbentuk pemberian barang atau yang disebut juga dengan materiil. Dengan demikian hadiah tersebut siswa akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah diraih dan tidak menutup kemungkinan akan mendorong siswa lainnya berlomba-lomba dalam belajar.
d). Tanda Penghargaan
Tanda penghargaan ini disebut juga ganjaran simbolis. Ganjaran simbolis ini dapat berupa surat-surat tanda penghargaan, surat tanda jasa, sertifikat-sertifikat, piala-piala dan lain sebagainya. Ijazah dan Surat Tanda Tamat Belajar yang diberikan kepada siswa disamping berfungsi sebagai laporan pendidikan, sebenarnya tidak lain adalah merupakan tanda penghargaan atas berhasilnya anak menyelesaikan pelajarannya. Pada umunya ganjaran simbolis ini lebih besar pengaruhnya terhadap kejiwaan anak. Tanda penghargaan yang diperoleh anak merupakan sumber pendorong bagi perkembangan anak selanjutnya.
b. Hukuman
Hukuman adalah tindakan yang dijatuhkan kepada anal secara sadar dan sengaja sehingga menimbulkan nestapa. Dan dengan adanya nestapa itu anak akan menjadi sadar akan perbuatannya dan berjanji didalam hatinya untuk tidak mengulanginya (Amir Dien,1973 : 147). Sedangkan Kartini Kartono dalam bukunya Pengantar Ilmu Mendidik Teoritis berpendapat “hukum sebagai perbuatan yang intensional diberikan, sehingga menyebabkan penderitaan lahir batin, diarahkan untuk menggugah hati nurani dan penyadaran sipenderita akan kesalahannya” (Kartini Kartono, 1992 : 261). Dalam hal ini terdapat dua macam prinsip pengadaan hukuman, yaitu::
1. Hukuman diadakan karena adanya pelanggaran dan karena adanya kesalan yang dipebuat.
2. Hukuman diadakan dengan tujuan agar tidak terjadi pelanggaran (Amir Dien, 1973 : 147)
c. Persaingan atau kompetisi
Persaingan atau kompetisi merupakan salah satu faktor yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. Persaingan ini akan dapat terjadi dengan sendirinya dan juga dapat terjadi karena ditimbulkan dengan sengaja oleh guru.
Dalam proses belajar mengajar guru harus dapat menimbulkan kompetisi agar siswa menjadi semangat belajar. Agar kompetisi yang diadakan menjadi kompetisi yang sehat harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
a. Kompetisi jangan terlalu intensif
b. Kompetisi harus diadakan dalam suasana yang " fair", jujur, positif dan sportif
c. Semua siswa yang ikut seharusnya mendapat penghargaan, baik yang menang ataupun yang tidak
d. Macam kompetisi harus berjenis dan jangan satu macam saja
e. Adakalanya kompetisi baik diadakan dengan tidak begitu normal
Opini : menurut saya meningkatkan motivasi belajar itu sangat dibutuhkan ,terlebih lagi sangat di butuhkan oleh siswa pelajar dan mahasiswa .
karena untuk mendapatkan prestasi yang gemilang ,seorang siswa harus belajar .dan belajar harus mencari hal yang dapat meningkatkan semangat belajar ,antara lain seperti motivasi .
Langganan:
Postingan (Atom)