Selasa, 18 Juni 2013

Puisi untuk ibu

ibu
terlalu banyak jasamu
tak mungkin aku membalas semua itu
kau selalu bekerja keras untukku

ibu
kau ajarkan aku untuk menjadi orang yg sukses
aku akan berusaha untuk menjadi yang kau ingini
sebab hanya ibu lah orang yang tulus mengasihiku

terima kasih ibu
jasamu tak pernah akan terlupakan

Senin, 17 Juni 2013

Puisi untuk Sahabat

Betapa menyenangkan ikatan persahabatan kita
seperti indahnya warna pada pelangi
kita berasal dari bermacam-macam suku dan ras
tapi kita tetap bisa menjadi sahabat

melihat senyum dan tawa mereka
saat kali kita semua bertemu
dan kita saling berkenalan
mencoba untuk mengenal satu sama lain

dan pada akhirnya kita menjalin sebuah ikatan
yang ku sebut itu sebagai persahabatan
teman yang bisa menemani ku saat susah maumpun senang
teman yang bisa menjadi tempat berbagi

tak pernah aku menyimpan dengki dalam hatiku
aku tau,walau engkau terkadang membuatku kesal
aku paham ,kita memiliki kekurangan masing-masing
sahabat,semoga kita bisa saling melengkapi .

Kepemimpinan Wanita Dalam Perspektif Agama Islam



       PENDAHULUAN

Pada zaman kemajuan sekarang ini, para wanita ikut serta mengambil bagian dalam membangun rmah tangga masyarakat dan negara. Di Indonesia (terutama), ada wanita yang menjadi menteri, pemimpin perusahaan, angkatan bersenjata, anggota Dewan Pertimbangan Agung, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat, bahkan ada juga yang menjadi presiden.
Namun keterlibatan wanita di dalam rumah tangga masyarakat dan negara, janganlah sampai melupakan tugasnya sebagai seorang istri karena sebagai seorang istri yang baik, wanita wajib taat kepada perintah suaminya. Selanjutya untuk lebih jelasnya mengenai masalah kepemimpinan wanita akan dibahas dalam makalah ini. 

KEPEMIMPINAN WANITA
Sebelum menyoroti kepemimpinan wanita, ada baiknya diketahui lebih dahulu serba sedikit mengenai perbedaan antara wanita dan pria.

Dalam ilmu Biologi dijelaskan, bahwa wanita berbeda dengan pria dalam bentuk, sifat dan susunan tubuh. Bentuk wanita dan seluruh tubuhnya sejak dalam rahim telah tersusun sedemikian rupa, yang dipersiapkan untuk melahirkan dan memelihara bayi yang lahir itu.
Setelah anak lahir, pertumbuhan anak wanita dan pria juga berbeda, baik pertumbuhan rohani dan jasmaninya.
Pada segi lain yang khusus bagi wanita adalah datang bulan (haid). Berdasarkan para pakar ilmu Biologi dan Anatomi menunjukkan, bahwa wanita di waktu datang bulan mengalami perubahan-perubahan.
1.      Panasnya menurun
2.      Kelambatan pada denyut nadi, berkurang tekanan darah dan jumlah sel-selnya sedikit.
3.      Kelenjar gondok dan kelenjar limpa serta kedua amandel mengalami perubahan
4.      Pengeluaran gram fasfot dan chlorid dari tubuh menjadi berkurang
5.      Pencernaan terganggu
6.      Kekuatan pernafasan melemah dan alat-alat pengucapan mengalami perubahan-perubahan khusus
7.      Perasaan menjadi tumpul dan timbul perasan malas

       8.Kecerdasan dan daya konsentrasi berkurang.
Pada tahun 1909 Dr. Frasta Shafki mengadkan penelitian dengan cermat dan berkesimpulan, bahwa kekuatan berpikir dan daya konsentrasi wanita berkurang pada saat datang bulan.
Kemudian setelah Prof. Kersby Shikavski mengadakan percobaan psikologisnya, beliau menyimpulkan, bahwa wanita mengalami kepedihan pada kumpulan syarafnya pada saat datang bulan dan perasaannya pun menjadi tumpul. Perasaannya tertekan ketika melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan sebelumnya. Dicontohkan, bila dia seorang sekretaris, dia akan keliru ketika mengetik dan lamban dalam mengerjakannya. Ia sering salah dalam menyusun kalimat.
Bila ia seorang pengacara, pemaparan argumentasinya sering kurang rasional. Bila ia menjadi seorang hakim, ia akan terpengaruh pula dalam mengambil suatu keputusan.
Jadi, pada saat datang bulan organ syaraf dan pikiran wanita mengendor dan tidak teratur. Lebih lanjut oleh DR. Kraft dikemukakan, bahwa tabiat-tabiat wanita mendadak berubah pada saat datang bulan. Lebih tampak lagi perubahan pada wanita pada masa kehamilan. Pada saat kehamilan itu kumpulan syaraf terganggu selama beberapa bulan dan keseimbangan pikiran juga goyah. Oleh Dr. Fisher dijelaskan, bahwa sekaipun wanita itu sehat, ia tetap mengalami tekanan dalam berbagai hal di masa kehamilan. Kondisinya sering terganggu. Ia sering bingung dan kemampuan berpikirnya pun berkurang. Sesudah melahirkan, timbul lagi masalah baru, yaitu sistem kerja tubuhnya terganggu dan perlu waktu untuk menormalkan kondisinya itu, disamping sibuk merawat anak dan menyusui. Dengan demikian, apabila wanita mendapat atau mengemban tugas pada saat dia datang bulan, hamil, dan menyusukan, tentu tugas yang diembannya itu tidak dapat berjalan sebagaimana yang dikehendaki.
Masalah datang bulan, kehamilan dan menyusukan bayi, para wanita tidak mungkin menghindar, karena menurut kodratnya Allah menciptakan demikian, namun di pihak lain ada tuntutan masyarakat bahwa tugas-tugas yang pantas diemban oleh wanita, yaitu tugas yang memerlukan kelemahlembutan, kehalusan perasaan, kecermatan dan ketelitian. Umpamanya menjadi dokter, guru, tugas-tugas sosial dan tugas-tugas yang memerlukan kecermatan dan ketelitian.
Apa yang digambarkan ini, adalah bersifat umum, sebab dalam beberapa hal, ada saja pengecualian yang terjad, seperti wanita yang bersifat seperti pria dan sebaliknya pria bersifat seperti wanita.
Menurut hemat penulis, kepemimpinan wanita dalam hal tertentu, dapat dibenarkan asalkan saja tidak melupakan tugas dan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga, karena tugas tersebut tidak dapat digantikan oleh pria (suami) dan pembantu.
Akan tetapi secara umum, untuk memilih wanita menjadi pimpinan, ada yang perlu dipertimbangkan, disamping masalah layak atau tidaknya, tepat atau tidaknya, adalah, adalah petunjuk/syarat Allah dalam al-Qur’an.


 

Jumat, 24 Mei 2013

Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya



1.1  Latar Belakang Masalah

            Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna, karena memiliki akal dan budi. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri dan saling bergantung satu sama lain. Manusia dan kebudayaan memiliki ikatan yang tidak dapat di pisahkan di dalam kehidupan. Manusia menciptakan kebudayaannya sendiri dan melestarikannya secara turun temurun. Kebudayaan tercipta berdasarkan kejadian dan kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-harinya yang di alami.

Pendahuluan

           Kehidupan manusia sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Setiap hubungan tersebut harus berjalan seimbang. Selain itu manusia juga diciptakan dengan sesempurna penciptaan, dengan sebaik-baik bentuk yang dimiliki.
Manusia juga harus bersosialisasi dengan lingkungan, yang merupakan pendidikan awal dalam suatu interaksi sosial. Hal ini menjadikan manusia harus mempunyai ilmu pengetahuan yang berlandaskan ketuhanan. Karena dengan ilmu tersebut manusia dapat membedakan antara yang hak dengan yang bukan hak, antara kewajiban dan yang bukan kewajiban. Sehingga norma-norma dalam lingkungan berjalan dengan harmonis dan seimbang. Agar norma-norma tersebut berjalan haruslah manusia di didik dengan berkesinambungan.


Pembahasan

Pengertian Manusia
               Secara bahasa manusia berasal dari kata manu (Sansekerta), mens (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi  atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan.
Kebutuhan manusia
          Perbedaan Manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia mempunyai akal budi yang merupakan kemampuan berpikir manusia sebagai kodrat alami.Manusia dengan akal budinya mampu memperbaruhi dan mengembangkan sesuatu untuk kepentingan hidup dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.


1 Kebutuhan Dicintai dan Disayangi

            Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai. [Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dan dicintai. Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya "akar" dalam masyarakat. Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuahkeluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll.
2. Kebutuhan Harga Diri

                Di sisi lain, jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain.

3.Kebutuhan Aktualisasi Diri

            Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.
Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung Tiga Unsur

·         ID, kepribadian yang primitive dan tidak nampak yang merupakan libido murni

·         EGO, kepribadian eksekutif yang peranannya dalam menghubungkan energi ID dalam saluran social yang dapat dimengerti orang lain.

·        SUPER EGO, muncul sekitar umur 5 tahun; ID dan EGO berkembang secara internal dalam diri individu; super ego terbentuk dari lingkungan eksternal yang merupakan kesatuan standar-standar moral

Hakikat Manusia

·         Makhluk ciptaan TUHAN yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu-kesatuan utuh

·         Makhluk ciptaan TUHAN yang sempurna, disbanding makhluk yang lain, missal:

Perasaan Intelektual            Perasaan Diri

Perasaan Estetis                  Perasaan Sosial

Perasaan Etis                      Perasaan Religius       

·         Makhluk biokultural, yani makhluk hayati yang budayawi

·         Makhluk ciptaan TUHAN yang mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.



Pengertian Budaya
           Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.
Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :

1. wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup;

2. aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret;

3. Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.

Budaya yang Bersifat konkret
Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto. Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas:perilaku, bahasa dan materi.
a. Perilaku
Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkah laku dalam situasi tertentu. Setiap perilaku manusia dalam masyarakat harus mengikuti pola-pola perilaku (pattern of behavior) masyarakatnya.
b. Bahasa
Bahasa adalah sebuah sistem simbol-simbol yang dibunyikan dengan suara (vokal) dan ditangkap dengan telinga (auditory). Ralp Linton mengatakan salah satu sebab paling penting dalam memperlambangkan budaya sampai mencapai ke tingkat seperti sekarang ini adalah pemakaian bahasa. Bahasa berfungsi sebagai alat berpikir dan berkomunikasi. Tanpa kemampuan berpikir dan berkomunikasi budaya tidak akan ada.
c. Materi
Budaya materi adalah hasil dari aktivitas atau perbuatan manusia. Bentuk materi misalnya pakaian, perumahan, kesenian, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan alat transportasi.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi. . Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi, sebagaimana dilukiskan dalam bagan berikut:



PENUTUP

Kesimpulan

   Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmu-ilmu sosial. Secara umum, kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara sosial diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari pembahasan diatas kami dapat simpulkan bahwa manusia berhubungan erat dengan kebudayaan yang ada pada lingkungan sekitarnya. Karena kebudayaan tersebut merupakan cara beradaptasi untuk mengatur hubungan antar manusia sebagai wadah masyarakat menuju taraf hidup tertentu. Kebudayaan berpengaruh dalam membentuk pribadi seseorang sehingga mengharuskan manusia untuk mengikuti norma-norma yang ada pada budaya tersebut. Dengan demikian, budaya patokan cara hidup manusia di tempat dia berada. Selain itu dalam kebudayaan mengajarkan tentang keimanan.

Saran
   Kita sebagai mahluk berbudaya semestinya melestarikan budaya yang kita punya, jangan sampai budaya yang kita punya tidak kita lestarikan dan sampai punah. Tugas kita sebagai generasi penerus bangsa adalah untuk melestarikan dan mempertahankan budaya asli bangsa kita di dalam globalisasi yang semakin meluas saat ini

Selasa, 27 November 2012

Faktor yg mempengaruhi kematangan emosi

Kematangan emosi merupakan aspek yang sangat dekat dengan kepribadian. Bentuk kepribadian inilah yang akan dibawa individu dalam kehidupan sehari-hari bagi diri dan lingkungan mereka. Seseorang dapat dikatakan telah matang emosinya apabila telah dapat berpikir secara objektif. Kematangan emosi merupakan ekspresi emosi yang bersifat kontruktif dan interaktif. Individu yang telah mencapai kematangan emosi ditandai oleh adanya kemampuan didalam mengontrol emosi, mampu berpikir realistik, memahami diri sendiri dan mampu menampakkan emosi disaat dan tempat yang tepat.

Adapun ciri-ciri orang yang memiliki kematangan emosi antara lain adalah
  • kemampuan untuk merespon secara berbeda-beda dalam kaitannya dengan kebutuhan dan faktor-faktor diluar dirinya yang terlibat dalam situasi tertentu.
  • kemampuan menyalurkan tekanan-tekanan impuls dan emosi-emosi dalam bentuk prilaku yang konstruktif serta dapat mengarahkannya kearah tujuan yang positif.
  • kemampuan membangun pola hubungan interdepensi dan mampu memelihara peran-perannya secara fleksibel.
  • kemampuan memperkaya ketrampilan dan memahami potensi-potensi dan keterbatasan-keterbatasannya sendiri, serta mencari penyelesaian atas problem-problemnya secara kreatif dan mendapat persetujuan dari orang lain.
  •  kemampuan untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain, juga mampu memandang dirinya dengan orang lain dengan rasa hormat.
  • kemampuan mempertimbangkan dan memulai alternatif-alternatif, konsekuensi-konsekuensi dari pelakunya.
Kematangan emosi seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik intern (dari dalam diri sendiri) maupun faktor ekstern (dari luar diri sendiri), yaitu antara lain adalah:
  • Adanya penyesuaian diri yang baik, kemampuan untuk berfungsi sebagai manusia yang dapat bergantung pada diri sendiri, harus dikembangkan secara bertahap dan terus menerus seiring dengan bertambahnya umur serta kedewasaannya. Setiap pribadi dalam kehidupannya selalu mengalami perubahan secara terus menerus oleh karena itu diperlukan adanya kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada disekitarnya,
  • Suasana lingkungan sosial, lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat sekitar yang berhubungan dengan proses-proses sosialisasi yang dapat membentuk seseorang menjadi pribadi yang matang.

Sumber : http://www.duniapsikologi.com/kematangan-emosi-pengertian-dan-faktor-yang-mempengaruhi/

Opini : Menurut saya ,dengan mengetahui faktor" ini ,kita dapat mengetahui orang yang  mempunyai kematangan emosi ,dan kematangan emosi tersebut dapat di katakan sebagai kedewasaan diri .yang dapat mengontrol emosi untuk keluar ,tidak mudah mendewasakan diri dengan cara ini ,tapi akan lebih baik jika anda memiliki sikap kematangan emosi seperti artikel yang saya kutip tersebut .

Senin, 19 November 2012

Faktor Penyebab dan Solusi Prostitusi

Prostitution, biasa disebut dengan prostitusi atau pelacuran merupakan hal yang tak

terpisahkan dari kehidupan sebagian orang di dunia ini yang menggantungkan hidupnya alias

bekerja dalam seluk beluk yang berhubungan dengan dunia prostitusi tersebut. Dalam

kesempatan kali ini saya akan membahas sebuah artikel tentang prostitusi yang berjudul

“Prostitution: Cause and Solutions” oleh Donna M.Hughes, seorang professor di University of

Rhode Island, Galicia, Spanyol.
Beliau menyebutkan bahwa penyebab eksisnya dunia prostitusi (meliputi penjualan wanita

dan anak-anak) sampai sekarang ini adalah dinamika dari sistem “Pasokan dan Permintaan”.

Hal ini sangat mudah kita artikan jika kita pernah sedikit saja belajar tentang ilmu ekonomi,

baik itu di SMP ataupun di SMA, bahwa kalau ada permintaan atas suatu barang ataupun

jasa, maka akan terdapat pasokan dari orang yang bekerja sebagai pemasok. Dan jumlah

pasokan berbanding lurus dengan besarnya permintaan, sehingga keduanya bisa berjalan

seimbang.

Di negara-negara yang melegalkan prostitusi, semua hal yang berkaitan dengan prostitusi

merupakan hal yang bisa dikelola dan menghasilkan keuntungan. Sedangkan para Mucikari

atau pemasok terus berupaya mencari wanita-wanita yang mau dijadikan pelacur untuk

memenuhi permintaan pasar. Salah satu negara yang melegalkan prostitusi adalah Republik

Ceko. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri Ceko menyebutkan

bahwa sekarang di Ceko terdapat lebih dari 860 rumah bordil atau tempat pelacuran.

Republik Ceko merupakan salah satu Negara tujuan wisatawan seks di wilayah Benua Eropa.

Hal ini dikuatkan dengan data dari pemerintah Ceko yang menyebutkan kalau konsumennya

65% adalah para wisatawan asing yang dengan sengaja menyempatkan diri untuk membeli

seks komersial. Ada kurang lebih 200 websites yang menyediakan layanan prostitusi di Ceko.

Tujuannya adalah agar para wisatawan bisa memilih dan melihat para pelacur (victims),

sebelum mereka berangkat ke tempat pelacuran.
Solusi yang ditawarkan oleh Donna M.Hughes adalah dengan menghentikan permintaan.
Ada 4 faktor yang mempengaruhi dan membentuk permintaan terhadap prostitusi:

    Konsumen (para lelaki yang membeli seks komersial).
    The Exploiters, yang terdiri dari pemasok, mucikari, pemilik rumah bordil, dan para mafia

dalam industri seks.
    Negara atau wilayah (dalam hal ini adalah terkait dengan negara yang melegalkan

prostitusi untuk mendapatkan pemasukan tambahan bagi negara).
    Budaya (termasuk budaya media massa yang cenderung menampilkan bahwa prostitusi

merupakan pekerjaan yang penuh dengan kemewahan dan merupakan salah satu cara

singkat mendapatkan uang. Secara umun media ikut berperan serta dalam perkembangan

dalam dunia industri seks).

Penulis percaya bahwa dengan memerangi 4 faktor pembentuk permintaan di atas, akan

dapat menghilangkan atau setidaknya mengurangi eksploitasi seks yang turut menyebabkan

perdagangan wanita dan anak-anak. Kita semua harus bisa saling bahu-membahu dengan

pemerintah, lembaga sosial masyarakat, dan komunitas keagamaan, untuk fokus agar dapat

memberantas prostitusi.

Sumber : http://wahabkhoter.blogspot.com/2012/04/faktor-penyebab-dan-solusi-

prostitusi.html

Opini : Menurut saya pelacuran adalah salah satu tindakan yang tidak terpuji dan tidak ada

dampak positif untuk pengguna atau pihak yang menyediakan jasa tersebut .dan saya juga

berpendapat itu melanggar hak asasi manusia ,karena memperjual belikan seseorang kepada

orang lain .terhadap kasus seperti ini harus sering diadakan razia mendadak untuk dapat

mengurangi angka prostitusi di Indonesia .karena bisa mencoreng nama baik negara dan

dapat merusak pemuda pemudi yang baru di indonesia

Selasa, 06 November 2012

Faktor-faktor yang dapat Menimbulkan Motivasi Belajar

Dalam pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa motivasi belajar dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :
1. Adanya kebutuhan
2. Adanya pengetahuan tentang kemampuan dirinya
3. Adanya aspirasi atau cita-cita (Amir Dien, 1973 : 163-164)
Adapun penjelasan dari faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Adanya kebutuhan
Pada hakikatnya semua tindakan yang dilakukan manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik maupun psikis. Oleh karena itu kebutuhan dapat dijadikan sebagai salah satu factor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Misalnya siswa ingin mengetahui isi dari suatu buku. Keinginan untuk mengetahui isi buku tersebut dapat menjadi pendorong yang kuat untuk belajar mempelajarinya, sebab apabila ia telah mempelajari buku tersebut berarti ia telah memenuhi kebutuhannya untuk mengetahui isi buku tersebut.
2. Adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya
Mengetahui kemajuan yang telah diperoleh dirinya baik berupa prestasi, pengalaman dan sebagainya merupakan faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu dengan mengetahui prestasi dan pengalaman yang telah diperoleh, siswa akan dapat menentukan dirinya telah mencapai kemajuan atau bahkan kegagalan. Dengan demikian siswa akan terdorong untuk meningkatkan dan mempertahankan prestasi baiknya dan akan mengoreksi diri untuk memenuhi sebab-sebab kegagalannya. Oleh karena itu penting sekali adanya penilaian atau evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan siswa secara kontinyu.
3. Adanya aspirasi atau cita-cita
Aspirasi atau cita-cita dalam belajar yang menjadi tujuan hidup siswa akan menjadi pendorong bagi seluruh kegiatannya dan pendorong bagi belajarnya. Aspirasi atau cita-cita tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kemampuan siswa itu sendiri. Siswa yang memiliki tingkat kemampuan yang baik akan mempunyai cita-cita yang lebih realitis jika dibandingkan dengan siswa yang memiliki tingkat kemampuan yang rendah.
Dalam melaksanakan pendidikan sering dijumpai bahwa motivasi instrinsik yang demikian itu tidak selamanya dimiliki oleh peserta didik atau siswa. Karena itu, pendidik harus berusaha sebaik-baiknya untuk menimbulkan motivasi jenis lain pada diri siswa, yaitu apa yang disebut ekstrinsik (Tabarani Rusyan, 1989 : 104).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi eksteinsik adalah ganjaran, hukuman, persaingan. Kajian masing-masing faktor tersebut akan penulis jelaskan dibawah ini :
a. Ganjaran
Ganjaran merupakan alat yang dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik . Ganjaran ini dapat dijadikan pendorong bagi siswa untuk belajar lebih baik dan lebih giat lagi. Ganjaran yang diberikan oleh ganjaran kepada muridnya dapat dibedakan menjadi empat, yaitu :
a). Pujian
Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Oleh karena itu seorang guru harus mampu memberikan pujian secara tepat, dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar ( Tabrani Rusyan, 1989 : 104).
b). Penghormatan
Ganjaran yang berupa penghormatan ini ada dua macam yaitu :
1. Berbentuk semacam penobatan, yaitu anak yang mendapat penghormatan diumumkan dan ditampilkan dihadapan teman-temannya, baik itu temn-teman dikelas, teman-teman satu sekolah atau mungkin juga dihadapan para teman dan orang tua siswa, misalnya pada malam perpisahan yang diadakan pada akhir tahun, pada saat itu ditampilkan siswa-siswa yang telah berhasil menjadi bintang kelas.
2. Berbentuk pemberian kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Misalnya anak yang berhasil mengerjakan suatu soal yang sulit, disuruh mengerjakan dipapan tulis untuk dicontoh teman-temannya, anak yang rajin diserahi wewenang untuk mengurusi perpustakaan sekolah dan sebagainya (Amir Dien, 1973 :159-160).

c). Hadiah
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai pengharhaan atau kenangan cindera mata (Syaiful Bahri, 1994 : 42). Hadiah ini merupakan ganjaran yang berbentuk pemberian barang atau yang disebut juga dengan materiil. Dengan demikian hadiah tersebut siswa akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah diraih dan tidak menutup kemungkinan akan mendorong siswa lainnya berlomba-lomba dalam belajar.
d). Tanda Penghargaan
Tanda penghargaan ini disebut juga ganjaran simbolis. Ganjaran simbolis ini dapat berupa surat-surat tanda penghargaan, surat tanda jasa, sertifikat-sertifikat, piala-piala dan lain sebagainya. Ijazah dan Surat Tanda Tamat Belajar yang diberikan kepada siswa disamping berfungsi sebagai laporan pendidikan, sebenarnya tidak lain adalah merupakan tanda penghargaan atas berhasilnya anak menyelesaikan pelajarannya. Pada umunya ganjaran simbolis ini lebih besar pengaruhnya terhadap kejiwaan anak. Tanda penghargaan yang diperoleh anak merupakan sumber pendorong bagi perkembangan anak selanjutnya.
b. Hukuman
Hukuman adalah tindakan yang dijatuhkan kepada anal secara sadar dan sengaja sehingga menimbulkan nestapa. Dan dengan adanya nestapa itu anak akan menjadi sadar akan perbuatannya dan berjanji didalam hatinya untuk tidak mengulanginya (Amir Dien,1973 : 147). Sedangkan Kartini Kartono dalam bukunya Pengantar Ilmu Mendidik Teoritis berpendapat “hukum sebagai perbuatan yang intensional diberikan, sehingga menyebabkan penderitaan lahir batin, diarahkan untuk menggugah hati nurani dan penyadaran sipenderita akan kesalahannya” (Kartini Kartono, 1992 : 261). Dalam hal ini terdapat dua macam prinsip pengadaan hukuman, yaitu::
1. Hukuman diadakan karena adanya pelanggaran dan karena adanya kesalan yang dipebuat.
2. Hukuman diadakan dengan tujuan agar tidak terjadi pelanggaran (Amir Dien, 1973 : 147)
c. Persaingan atau kompetisi
Persaingan atau kompetisi merupakan salah satu faktor yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. Persaingan ini akan dapat terjadi dengan sendirinya dan juga dapat terjadi karena ditimbulkan dengan sengaja oleh guru.
Dalam proses belajar mengajar guru harus dapat menimbulkan kompetisi agar siswa menjadi semangat belajar. Agar kompetisi yang diadakan menjadi kompetisi yang sehat harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
a. Kompetisi jangan terlalu intensif
b. Kompetisi harus diadakan dalam suasana yang " fair", jujur, positif dan sportif
c. Semua siswa yang ikut seharusnya mendapat penghargaan, baik yang menang ataupun yang tidak
d. Macam kompetisi harus berjenis dan jangan satu macam saja
e. Adakalanya kompetisi baik diadakan dengan tidak begitu normal

Opini : menurut saya meningkatkan motivasi belajar itu sangat dibutuhkan ,terlebih lagi sangat di butuhkan oleh siswa pelajar dan mahasiswa .
karena untuk mendapatkan prestasi yang gemilang ,seorang siswa harus belajar .dan belajar harus mencari hal yang dapat meningkatkan semangat belajar ,antara lain seperti motivasi .